Indonesian flag

Contoh CV Desainer UX

Bahasa Indonesia

Lihat bagaimana CV Desainer UX profesional menonjolkan keputusan berbasis riset, kerajinan Figma, design system, dan dampak konversi atau retensi yang terukur. Gunakan contoh ini sebagai titik awal, sesuaikan dengan pengalaman Anda sendiri, dan unduh sebagai PDF.

Mulai Membuat CV

Pratinjau CV

Sekar Pramudita - Foto Profil

Sekar Pramudita

Desainer UX Senior

[email protected]+62 812 3456 7890SCBD, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190, IndonesiaSIM A

Ringkasan Profesional

Desainer UX Senior dengan pengalaman lebih dari 7 tahun mengirimkan produk konsumen dan SaaS B2B secara end-to-end. Memimpin desain ulang alur checkout berpengguna 4,2 juta MAU yang meningkatkan completion sebesar 24% dan menurunkan tiket dukungan sebanyak 31%. Terbiasa menjalankan discovery, riset generatif dan evaluatif, wireframing di Figma, membangun design system yang aksesibel, prototyping micro-interaction, serta berkolaborasi dengan tim produk, engineering, dan content. Spesialis interaction design, information architecture, dan inclusive design untuk kepatuhan WCAG 2.2 AA.

Pengalaman Kerja

Desainer UX Senior

Tokopedia (GoTo)

Apr 2022 - Sekarang

  • Memimpin desain ulang end-to-end alur checkout pembeli (4,2 juta MAU): konversi +24%, waktu-ke-bayar -38%, tiket dukungan per transaksi -31%
  • Membangun dan meluncurkan design system Tokopedia Nest di Figma yang diadopsi 6 tim; mengurangi waktu handoff desain-ke-developer sebesar 45% dan meningkatkan penggunaan ulang komponen dari 22% menjadi 78%
  • Mengaudit dan memperbaiki kepatuhan WCAG 2.2 AA di alur transaksi; menghilangkan 142 pelanggaran aksesibilitas dan meluncurkan date picker ramah TalkBack yang kini dipakai di seluruh produk
  • Membimbing 3 desainer mid-level dalam perencanaan riset, pola interaksi, dan komunikasi pemangku kepentingan; merancang dan menjalankan 18 studi usability dalam 12 bulan

Desainer UX

Gojek (GoTo)

Jul 2020 - Mar 2022

  • Mendesain ulang kartu rekomendasi GoFood di beranda; pengguna aktif mingguan +11% pada kuartal pertama pasca-peluncuran
  • Menjalankan 24 studi usability moderated dan 60+ unmoderated pada alur pemesanan GoRide; menginformasikan 9 fitur yang diluncurkan dan menurunkan abandonment sebesar 19%
  • Memiliki dashboard analitik GoBiz untuk mitra merchant: keterlibatan mingguan mitra naik 22%, tugas analitik selesai per sesi naik 35%
  • Berkolaborasi dengan tim design system Asphalt untuk memperluas token bagi paritas dark-mode; menutup 47 isu kontras di mobile dan web

Desainer UX Junior

Traveloka

Agu 2018 - Jun 2020

  • Bergabung dalam program rotasi desain Traveloka; bergilir di tim Flight Search, Accommodation, dan Trust & Safety
  • Mendesain ulang pola filter hasil pencarian hotel; klik per pencarian +14% dan rata-rata penggunaan filter naik 31%
  • Memiliki wireframe dan alur Figma high-fidelity untuk pengalaman onboarding merchant baru yang diadopsi 230 ribu mitra baru dalam 6 bulan pertama
  • Menjalankan 30+ studi usability jarak jauh dengan pengguna di 8 negara Asia Tenggara; menerbitkan deck temuan yang dipakai tim produk dan marketing

Pendidikan

Magister Desain (Interaction Design)

Institut Teknologi Bandung (ITB) - Fakultas Seni Rupa dan Desain

2016 - 2018

Konsentrasi interaction design dan riset pengguna. Tesis tentang inclusive design untuk antarmuka suara berbahasa Indonesia.

Sarjana Ilmu Komputer (Human-Computer Interaction)

Universitas Indonesia (UI) - Fakultas Ilmu Komputer

2012 - 2016

Mata kuliah terkait psikologi kognitif, statistika, design thinking, dan komunikasi visual.

Kursus & Sertifikasi

Google UX Design Professional Certificate

Coursera / Google

2021

Program 7 kursus mencakup riset UX, wireframing, prototyping, dan penyusunan portofolio.

Bootcamp UX/UI Designer

Hacktiv8 Indonesia

2022

Bootcamp intensif tentang fundamental interaction design, metode riset, dan pemikiran design system; proyek akhir di Skilvul.

Sertifikasi UX Master

Nielsen Norman Group (NN/g)

2023

Sertifikasi master mencakup usability, interaction design, IA, dan aksesibilitas - diperoleh melalui 5 kursus terspesialisasi.

Bahasa

Bahasa Indonesia

Berbicara: Bahasa IbuMendengar: Bahasa IbuMenulis: Bahasa Ibu

Bahasa Inggris

Berbicara: LancarMendengar: LancarMenulis: Lancar

Bahasa Jawa

Berbicara: MenengahMendengar: MenengahMenulis: Dasar

Keterampilan

FigmaFigJamSketchAdobe XDAdobe IllustratorRiset PenggunaWireframingPrototypingPengujian UsabilityDesign SystemInformation ArchitectureInteraction DesignAksesibilitas (WCAG)MazeNotion

Ini adalah contoh CV. Sesuaikan dengan pengalaman Anda sendiri menggunakan pembuat CV gratis kami.

Tips untuk CV Anda

Kuantifikasi hasil usability dan bisnis

Jangan menulis 'mendesain ulang checkout'. Tulis 'mendesain ulang checkout: konversi +24%, waktu-ke-bayar -38%, tiket dukungan -31%'. UX direkrut berdasarkan hasil yang diluncurkan, bukan deliverable. Pasangkan setiap poin dengan angka - konversi, retensi, completion rate, error rate, NPS, time-on-task.

Sebutkan metode riset Anda

Manajer perekrutan ingin tahu bagaimana Anda memvalidasi. Sebutkan metode spesifik (pengujian usability moderated/unmoderated, diary study, card sort, tree test, A/B test) dan tools (Maze, Lookback, UserTesting, dscout). 'Melakukan riset pengguna' yang generik akan tak terlihat.

Tunjukkan jangkauan di seluruh proses desain

Discovery, sintesis, IA, wireframing, prototyping, visual design, kontribusi design system, aksesibilitas, handoff, dan iterasi pasca-peluncuran. CV UX yang kuat menampilkan keseluruhan busur, bukan hanya mockup cantik. Sebutkan tools (Figma, FigJam, Sketch) dan rekan kerja (PM, engineering, content, research).

Tautkan portofolio dan utamakan aksesibilitas

CV UX tanpa tautan portofolio jarang lolos. Cantumkan URL portofolio di dekat nama dan email. Posisi senior juga menyaring aksesibilitas (WCAG 2.2 AA, pengujian screen reader, kontras, inclusive design) - tuliskan kemenangan a11y konkret, bukan hanya 'mendesain UX yang aksesibel'.

Keterampilan Utama

Figma & PrototypingRiset Pengguna (Generatif + Evaluatif)Pengujian Usability (Maze, Lookback)Design SystemInformation ArchitectureInteraction DesignAksesibilitas (WCAG 2.2 AA)Wireframing & SketchingVisual & UI DesignKritik Desain & MentoringKolaborasi Lintas FungsiStorytelling Portofolio

Cara Menulis CV UI/UX Designer yang Dilirik Perekrut

Contoh CV UI/UX designer di atas mengikuti struktur yang dipakai perekrut tech Indonesia untuk menyaring kandidat dalam hitungan detik. Ikuti 5 langkah berikut untuk menulis CV UX Anda sendiri, lalu sesuaikan dengan pengalaman dan domain produk Anda.

1

Ringkasan Profesional dan Tautan Portofolio

Tulis 2-3 kalimat yang memuat level (Junior/Mid/Senior), jumlah tahun pengalaman, domain produk (SaaS B2B, e-commerce, fintech), dan satu hasil unggulan yang bisa diukur - misalnya 'menaikkan completion rate checkout 24%'. Yang sering dilupakan: cantumkan URL portofolio langsung di header, sejajar dengan email dan nomor telepon, bukan disembunyikan di ringkasan. Perekrut UX biasanya membuka tautan portofolio sebelum membaca satu kata pun di ringkasan - jika tidak ada di baris pertama, banyak yang melewatkannya.

2

Poin Pengalaman Kerja yang Terkuantifikasi

Setiap poin pengalaman sebaiknya mengikuti pola: metode/tools yang dipakai, apa yang dikerjakan, dan dampak terukur. Hindari kalimat generik seperti 'mendesain ulang alur onboarding'. Tulis misalnya: 'Menjalankan 12 sesi usability testing moderated dan mendesain ulang alur onboarding di Figma; task success rate naik dari 61% menjadi 89% dan drop-off turun 22%.' Sertakan minimal satu metrik riset (SUS score, task success rate) dan satu metrik bisnis (konversi, retensi, tiket dukungan) di setiap peran agar CV Anda terlihat berbasis data, bukan sekadar daftar tugas.

3

Bagian Keterampilan: Riset, Tools, dan Kolaborasi

Kelompokkan keterampilan menjadi tiga: metode riset (user research, usability testing, user interview, card sorting), tools desain dan prototyping (Figma, FigJam, Sketch, Maze, Adobe XD), serta delivery dan kolaborasi (design system, handoff ke engineering, dokumentasi Notion/Confluence). Cocokkan istilah persis dengan lowongan yang dilamar - jika iklan pekerjaan menyebut 'UI/UX designer' dan 'design thinking', gunakan frasa yang sama, bukan sinonim. ATS dan perekrut sama-sama memindai kata kunci ini, jadi keselarasan istilah penting untuk lolos penyaringan otomatis maupun screening manual.

4

Portofolio dan Studi Kasus (Termasuk Proyek NDA)

Pilih 2-3 studi kasus terbaik yang menunjukkan proses lengkap: masalah, riset, iterasi desain, dan hasil - bukan sekadar galeri mockup. Studi kasus yang dalam mengalahkan sepuluh proyek dangkal. Jika pekerjaan sebelumnya terikat NDA, jangan menampilkan data rahasia atau tangkapan layar produk asli; rekonstruksi alur secara anonim dengan branding fiktif, ubah angka nyata menjadi rentang relatif ('konversi naik sekitar 20%'), dan jelaskan proses berpikir Anda apa adanya. Perekrut lebih menghargai kejujuran tentang batasan NDA daripada studi kasus yang tampak dipalsukan.

5

Pendidikan, Sertifikasi, dan Pemeriksaan ATS Terakhir

Cantumkan pendidikan formal (desain, HCI, psikologi) dan sertifikasi yang diakui pasar seperti Google UX Design Certificate atau Nielsen Norman Group (NN/g) UX Certification. Sebelum mengirim, pastikan CV memakai layout satu kolom, tanpa tabel atau text box yang membingungkan parser ATS, disimpan sebagai PDF berbasis teks (bukan gambar), dan judul bagian standar. Ironisnya, semakin polos CV Anda secara visual, semakin besar peluang lolos ATS - kreativitas desain sebaiknya sepenuhnya disalurkan ke portofolio, bukan ke file CV itu sendiri.

Contoh Ringkasan Profesional CV UI/UX Designer

Gunakan salah satu contoh berikut sebagai kerangka, lalu sesuaikan dengan domain produk dan hasil nyata Anda.

UX Designer Junior / Baru Lulus (Tanpa Pengalaman Kerja)

Lulusan bootcamp UI/UX Designer dengan 3 studi kasus end-to-end mencakup riset pengguna, wireframing, dan usability testing untuk aplikasi mobile fintech dan e-commerce. Terbiasa memakai Figma, FigJam, dan Maze untuk unmoderated testing. Pada proyek capstone, mendesain ulang alur pendaftaran akun yang menaikkan task success rate dari 58% menjadi 84% dalam pengujian dengan 12 partisipan. Portofolio lengkap: [URL].

UX Designer Senior

Desainer UX Senior dengan 8 tahun pengalaman memimpin desain end-to-end produk SaaS B2B untuk tim penjualan dan operasional. Memimpin desain ulang dashboard analitik yang menaikkan task completion 27% dan menurunkan tiket dukungan 34%. Ahli menjalankan riset generatif dan evaluatif, membangun design system yang diadopsi lintas tim, serta memastikan kepatuhan WCAG 2.2 AA. Terbiasa memimpin desainer junior dan berkolaborasi erat dengan product manager dan engineering.

Career Changer ke UX (dari Desain Grafis)

Sebelumnya desainer grafis 5 tahun di industri e-commerce, kini beralih ke UI/UX Designer setelah menyelesaikan Google UX Design Certificate dan membangun 4 studi kasus riset-ke-prototipe. Membawa fondasi kuat di visual design dan branding, kini dilengkapi kemampuan user research, wireframing di Figma, dan usability testing. Studi kasus terbaru: mendesain ulang halaman produk toko online yang menaikkan conversion rate 15% dalam pengujian A/B pribadi. Portofolio: [URL].

Kata Kunci ATS untuk CV UI/UX Designer

Perekrut dan sistem ATS memindai istilah yang persis sama dengan lowongan pekerjaan - masukkan kata kunci berikut secara jujur, sesuai keahlian nyata Anda.

User Research

Sebutkan di ringkasan dan poin pengalaman; jelaskan metode spesifik (interview, diary study) agar tidak terlihat generik.

Usability Testing

Cantumkan jumlah sesi dan jenis (moderated/unmoderated) untuk kredibilitas, bukan hanya menyebut istilahnya.

Wireframing

Pasangkan dengan tool (Figma) dan tahap proyek, misalnya low-fidelity hingga high-fidelity.

Prototyping

Sebutkan fidelity level dan tujuan, misalnya prototyping interaktif untuk uji coba dengan stakeholder.

Interaction Design

Gunakan saat membahas micro-interaction atau pola navigasi yang Anda rancang.

Information Architecture

Relevan untuk proyek yang melibatkan penataan ulang navigasi atau struktur konten kompleks.

Figma

Tools nomor satu di pasar Indonesia; sebutkan fitur spesifik seperti component, variant, atau auto layout jika benar-benar dikuasai.

Design System

Kuat jika Anda pernah membangun, mengelola, atau berkontribusi pada design system - sebutkan skala adopsinya.

Accessibility (WCAG)

Sebutkan versi standar (WCAG 2.1/2.2 AA) dan contoh perbaikan konkret, bukan klaim umum.

A/B Testing

Gunakan saat poin pengalaman melibatkan eksperimen desain dengan hasil terukur seperti conversion lift.

Contoh Poin Pengalaman: Sebelum dan Sesudah

Poin pengalaman yang kuat menyebutkan metode, tools, dan hasil terukur - bukan sekadar daftar tugas.

Desain Ulang Alur Checkout

Mendesain ulang alur checkout untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Memimpin desain ulang alur checkout di Figma berdasarkan 15 sesi usability testing; conversion rate naik 24% dan task success rate naik dari 65% ke 91% dalam 2 bulan.

Riset yang Mengubah Arah Produk

Melakukan riset pengguna untuk fitur baru.

Menjalankan 20 wawancara pengguna dan 3 diary study yang mengungkap alasan utama churn; temuan ini mengubah prioritas roadmap kuartal berikutnya dan berkontribusi pada penurunan churn 18%.

Design System & Kolaborasi Lintas Fungsi

Bekerja sama dengan tim engineering pada komponen desain.

Membangun 40+ komponen design system di Figma bersama 4 engineer front-end; mempercepat waktu handoff desain-ke-developer 45% dan meningkatkan reuse komponen dari 20% ke 75% di 5 tim produk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang harus disertakan dalam CV Desainer UX?

CV Desainer UX yang kuat mencakup ringkasan profesional dengan hasil terukur (konversi, completion rate, kemenangan aksesibilitas), 2-4 pengalaman kerja dengan fitur yang diluncurkan dan dampak usability terukur, keterampilan teknis (Figma, Sketch, Adobe XD, tools riset dan prototyping), pendidikan di bidang HCI/desain/ilmu kognitif, serta sertifikasi seperti Google UX Design Certificate, Nielsen Norman Group, atau Interaction Design Foundation. Tautan portofolio di dekat nama Anda wajib - sebagian besar perekrut di JobStreet ID, Glints, Kalibrr ID, dan LinkedIn ID membukanya sebelum membaca CV.

Apakah saya butuh gelar untuk menjadi Desainer UX?

Tidak. Banyak Desainer UX kuat berasal dari latar belakang desain grafis, psikologi, antropologi, marketing, atau engineering dan masuk lewat bootcamp dan portofolio. Gelar di HCI, ilmu kognitif, atau desain membantu untuk beberapa posisi senior, tetapi bukti produk yang diluncurkan, portofolio yang dipoles, dan keterampilan riset yang terbukti lebih bermakna dibanding kredensial gelar di sebagian besar perusahaan.

Bagaimana membuat CV Desainer UX saya ramah ATS?

Gunakan kata kunci persis dari deskripsi pekerjaan (Figma, riset pengguna, pengujian usability, design system, WCAG, prototyping), pakai judul bagian standar, hindari kolom dan layout teks kreatif yang tidak bisa dibaca ATS, simpan sebagai PDF (dengan teks, bukan gambar yang di-flatten), dan letakkan URL portofolio dalam satu baris di dekat info kontak. Kuantifikasi setiap poin dengan metrik - perekrut memindai hasil usability dan bisnis yang terukur.

Bisakah saya membuat CV Desainer UX secara gratis?

Ya. NoBsResume 100% gratis tanpa biaya tersembunyi. Pilih dari 3 template ramah ATS, isi pengalaman Anda menggunakan contoh ini sebagai inspirasi, dan unduh PDF profesional dalam hitungan menit.

Apakah ada contoh CV UI/UX designer yang bisa diunduh dan diedit gratis?

Ya. Contoh CV UI/UX designer di halaman ini bisa langsung dijadikan template - klik 'Mulai Membuat CV', ganti data dengan pengalaman Anda sendiri, dan unduh sebagai PDF. NoBsResume menyediakan 3 template ramah ATS, tanpa perlu mendaftar akun, dan tidak ada biaya tersembunyi. Anda juga bisa membandingkan contoh CV ini dengan versinya di 62 bahasa lain untuk melihat bagaimana level senior dan struktur pengalaman biasanya ditulis.

Bagaimana cara membuat CV UX yang kuat tanpa pengalaman kerja formal?

Fokuskan CV pada studi kasus dari bootcamp, proyek pribadi, atau kompetisi desain, bukan pada ketiadaan pengalaman kerja. Tulis 2-3 studi kasus yang menunjukkan proses lengkap - riset, wireframing, usability testing, dan hasil terukur meski dari pengujian kecil (misalnya 8-12 partisipan). Sebutkan sertifikasi seperti Google UX Design Certificate atau bootcamp lokal (Hacktiv8, Skilvul, Purwadhika). Perekrut UX terbuka merekrut career starter selama portofolio menunjukkan cara berpikir, bukan hanya hasil akhir yang cantik.

Apakah CV UX Designer harus terlihat kreatif secara visual?

Tidak - ini justru kesalahan umum. CV yang penuh layout kreatif, ikon, dan kolom sering gagal dibaca ATS dan membingungkan perekrut yang scan cepat. Pendekatan yang lebih profesional: buat CV bersih, satu kolom, ramah ATS berisi teks dan metrik, lalu salurkan semua kreativitas visual Anda ke portofolio (Figma, Behance, atau situs pribadi) yang ditautkan di header CV. Portofolio adalah tempat Anda membuktikan skill desain, bukan file CV itu sendiri.

Di mana sebaiknya tautan portofolio diletakkan di CV UX?

Letakkan URL portofolio di baris kontak paling atas, sejajar dengan email dan nomor telepon - jangan disembunyikan di akhir ringkasan atau bagian terpisah. Sebagian besar perekrut UX membuka tautan portofolio sebagai langkah pertama sebelum membaca ringkasan atau pengalaman kerja; jika tautan sulit ditemukan atau tidak berfungsi, CV sering langsung dilewati. Gunakan URL pendek dan pastikan portofolio memuat 2-3 studi kasus mendalam, bukan galeri mockup tanpa konteks.

Sebaiknya CV UI/UX Designer ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Tergantung perusahaan yang dituju. Startup besar dan unicorn seperti GoTo, Traveloka, atau perusahaan multinasional umumnya lebih menyukai CV berbahasa Inggris, terutama untuk posisi senior atau tim produk yang lintas negara. Perusahaan lokal, agensi, atau instansi pemerintah biasanya nyaman dengan Bahasa Indonesia. Aturan paling aman: tulis dalam bahasa yang sama dengan lowongan pekerjaan, dan siapkan kedua versi jika Anda melamar ke berbagai jenis perusahaan.

Apakah 'UX Designer' dan 'UI/UX Designer' itu posisi yang sama?

Di banyak lowongan Indonesia, terutama di startup, 'UI/UX Designer' dan 'UX Designer' dipakai bergantian untuk peran yang sama - mendesain riset, alur, wireframe, hingga visual UI. Jika iklan pekerjaan menyebut 'UI/UX Designer', gunakan frasa persis itu di judul CV dan ringkasan Anda, bukan hanya 'UX Designer', karena ATS dan perekrut mencocokkan istilah kata demi kata. Di perusahaan besar dengan tim terpisah, UI Designer lebih fokus visual sementara UX Designer fokus riset dan alur.

Buat CV Anda Sekarang

Gunakan contoh ini sebagai inspirasi. Sesuaikan dengan pengalaman Anda dan unduh PDF profesional dalam hitungan menit. 100% gratis.

Mulai Membuat CV

Lihat CV Ini dalam Bahasa Lain

Contoh CV ini tersedia dalam 63 bahasa: